Materi DNS Jaringan Komputer
DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)
A. Definisi Domain Name System (DNS)
DNS merupakan sebuah sistem berbentuk database yang akan menentukan domain ke alamat IP. Secara sederhana, DNS merupakan sebuah sistem yang mengubah URL website ke dalam bentuk IP Address. Tanpa DNS, user harus mengetikkan IP Address secara lengkap ketika ingin mengunjungi sebuah website. Tentunya hal tersebut akan mempersulit user dalam mengunjungi sebuah website yang ada pada internet.
B. Fungsi Domain Name System (DNS)
Fungsi domain name system adalah untuk memudahkan user dalam mengakses website tanpa perlu mengetikkan alamat IP dari website yang di tuju. Lebih mudah mengingat sebuah nama domain dibandingkan mengingat alamat IP yang sangat beragam.
C. Cara Kerja Domain Name System (DNS)
Sumber gambar: https://www.kitaadmin.com/2018/11/dns-adalah.html
Cara kerja DNS dimulai dari user atau client meminta request untuk mengakses sebuah website dengan menuliskan domain name dari website tersebut. Request dikirimkan ke Server untuk melakuan pengecekan apakah terdapat domain name tersebut didalam DNS Server atau tidak. Jika terdapat domain name tersebut dalam DNS Server, Server memberikan respon terhadap client dengan mengarahkannya ke website yang memiliki domain name yang sebelumnya ingin dituju. Jika tidak terdapat domain name tersebut pada DNS Server, Server pun akan memberikan respon dengan memberi informasi bahwa domain name yang dicari tidak ditemukan.
D. Struktur Domain Name System (DNS)
Di dalam DNS, terdapat hirarki yang digunakan di dalam mengelompokkan komponen-komponen dari sebuah domain. Domain tersebut dikelompokkan dalam hirarki sebagai berikut :
· Root-Level Domain
Berdasarkan sistem hierarki, Root-Level Domain merupakan puncak dari struktur DNS. Mempunyai ciri khas penambahan titik(dot) di belakang domain, misalnya pada unm.ac.id (tanda titik di belakang yaitu pada .id merupakan root-level domin).
· Top-Level Domain
Top-Level Domain dapat ditemui pada bagian akhir domain. Contohnya pada unm.ac.id, berarti top-domain levelnya adalah “ac.id”. Pada level ini terdapat 2 klasifikasi yang perlu dipahami:
1. GLTD (Generic Top Level Domain)
Top-Level Domain ini merupakan jenis yang paling umum digunakan pada sebuah website. Contohnya adalah “.com”,”.edu”,”.gov”,”.org”,”.net”, dan lain-lain.
2. CCLTD (Country Code Top Level Domain)
Jenis Top-Level Domain ini didasarkan dari suatu kode negara tempat web tersebut berpusat. Contohnya adalah “.id” untuk Indonesia, “.us” untuk amerika, “.jp” untuk jepang, dan lain-lain.
· Second-Level Domain
Level domain ini berisikan tentang host beserta domain lain yang ada pada url. Second-Level Domain sering juga disebut sebagai sub domain. Misalnya pada “id.wikipedia.org”, Berarti Second-Level Domainnya adalah “Wikipedia”.
· Third-Level Domain
Level domain ini terletak pada bagian kiri dari Second-Level Domain dan dipisahkan oleh titik. Misalnya pada “id.wikipedia.org”, Berarti Third-Level Domainnya adalah “id”.
· Host Name
Host name terletak pada bagian awal sebuah domain. Misalnya pada “www.google.com”, berarti host namenya adalah “www”.
E. Kelebihan dan Kekurangan Domain Name System (DNS)
Kelebihan:
· Lebih mudah untuk berinternet dikarenakan tidak perlu mengetikkan alamat IP yang terlalu panjang dan sulit untuk diingat.
· Lebih konsisten dalam penggunaan dikarenakan walaupun alamat IP dari sebuah website berubah, user atau client tetap dapat menggunakan domain name yang sama.
· Lebih mudah dikonfigurasi pada saat terjadi kendala pada IP Address yang digunakan.
· Lebih aman dalam mencegah upaya peretasan yang coba dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
F. Kesimpulan
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang dapat membantu dalam mengubah sebuah alamat IP pada website menjadi sebuah URL yang mudah diingat. Struktur DNS pun terdiri atas Root-Level Domain, Top-Level Domain, Second-Level Domain, Third-Level Domain, dan Host Name. DNS juga mampu meningkatkan kualitas keamanan suatu website.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda